Tampilkan postingan dengan label profil pemain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil pemain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2013

FEBLY GUSHENDRA

FEBLY GUSHENDRA


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI
Nama Lengkap  : Febly Gushendra

Tempat,tgl Lahir : Paseman Barat 24 February 1995

Posisi Pemain   : Bek

Kehidupan Pribadi :
Nama pemberian orang tuanya. Ia menekuni sepak bola sejak kelas 5 SDN nomor 63 Surabayo, Lubuk Basung, kabupaten Agam, pada SSB Tunas Harapan Lubuk Basung.

Remaja kelahiran Muaro Kiawai, Pasaman Barat,24 Februari 1995 itu mengawali karir sepak bola dari lapangan sawah di Lubuk Basung. Kini tercatat sebagai pemain Tim Nasional U-19 Tahun.

Febly, menurut orang tuanya, Gusrimal Elja, sejak kecilnya sudah gila bola. Tidak jarang ia kena marah karena memecahkan kaca jendela rumah orang tuanya akibat tendangan bolanya. Ia pun tidur dengan memeluk bola. Di kamarnya terdapat bola berbagai ukuran, sejak dari bola tenis, sampai bola plastik seukuran kepala orang dewasa.

Di SDN 63 Surabayo, ia pun dikenal berkat kegilaannya pada bola. Pada usia 11 tahun, kala itu masih duduk di kelas 5 SD, ia pun bergabung dengan rekan-rekan lainnya sebagai siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas harapan, pimpinan Benny Sastra, S.Pd. Kala itu SSB tersebut bermarkas di lapangan hijau Surau Kariang, Lubuk Basung.

Menurut Benny Sastra, Febly merupakan pemain belakang yang handal. Ia berani, dan kemampuannya di atas rata-rata teman-temannya. Makanya, ia selalu dipercaya sebagai pengawal pertahanan Tunas Harapan dalam setiap laga yang dilakoni SSB tersebut.

Febly sebagai pemain belakang nomor punggung 3 telah banyak mengikuti pertandingan bersama Tunas Harapan. Antara lain, juara 1 U-13 tahun 2008 Piala Yamaha Sumbar. Kemudian terpilih memperkuat Timnas U-13 tingkat Asean yang berlaga Vietnam tahun 2008. Juara II Piala Nike (MPUC) di Bukittinggi tahun 2010. Juara 1 LPI SMP tingkat Agam tahun 2010. Masuk peringkat delapan besar LPI Sumbar 2010 (SMPN 3 Lubuk Basung). Juara II U-15 tingkat Sumbat 2011 (Pengcab PSSI Padang). Juara 1 LPI Kota Padang dan Juara 1 LPI Sumbar tahun 2011. Pemain Timnas usia 18 tahun 2012 melawan Iran. Ia ikut memperkuat Timnas usia 19 tahun pada Piala AFF tahun 2013. Tangga juara yang diraih, pasca mengungguli Vietnam melalui adu penalti, merupakan kenangan manis bagi Febly.

Selanjutnya, insya-Allah ia akan memperkuat Timas ke kejuaraan Piala AFC, yang berlaga melawan Laos, Filipina, dan Korea, mulai Selasa, 8 Oktober 2013 di Sidoardjo.

Ia kini menjadi idola pesepakbola remaja Kabupaten Agam. bahkan, ia menjadi kebanggaan dan inspirasi, yang diharapkan kian memotivasi pembinaan dan pengembangan persepakbolaan di Kabupaten Agam ke depan.  

Febly Gushendra terpilih sebagai pemain sepak bola bergabung dengan Tim Nasional Usia 19 tahun, melalui seleksi ketat. Semangatnya kian menggebu untuk berkarir di sepak bola berkat dukungan kedua orang tuanya, Gusrimal Elja dan Hendra Yanti, serta dukungan dari pelatihnya di Tunas Harapan, Benny Sastra dan kawan-kawan.

Berkat kegigihan Febly si suppor dari berbagai kalangan, Febly anak kedua dari tiga bersaudara semua laki-laki, lulus seleksi dan dapat menamatkan pendidikannya di SMA Ragunan. Setamat SMPN 3 Lubuk Basung, Febly sempat melanjutkan pendidikan di salah satu SMAN di Padang, sekaligus menjadi atlet binaan PPLP Sumbar. Setahun kemudian ia hijrah ke PPLP Ragunan. Ia menamatkan pendidikan di SMAN Ragunan tahun ini.

Ketika mendapat kesempatan pulang kampung, Febly, Rabu (25/9) menyempatkan diri hadir latihan bersama SSB Tunas Harapan, untuk memotivasi adik- adik “bolanya” di lapangan SMP 1 Lubuk Basung.

Satu langkah maju bagi Febly, termasuk pemain Timnas lainnya, pihak PSSI akan memberikan beasiswa untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi yang sudah ada kerja samanya dengan PSSI. (Yun.S)

Senin, 14 Oktober 2013

HENDRA SANDI GUNAWAN

HENDRA SANDI GUNAWAN


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI

Nama Lengkap  : Hendra Sandi Gunawan,

Tempat tgl lahir:  10 Februari 1995, : Aceh,

Asal klub  : Persiraja Banda Aceh

DINAN YAHDIAN JAVIER

DINAN YAHDIAN JAVIER


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI
Nama Lengkap : Dinan Yahdian Javier,

Tempat tgl lahir: 6 April 1995,  Bantul, Yogyakarta,

Asal klub: Deportivo Indonesia, tinggi badan 172 cm

MUCHLIS HADI NING SYAIFULLAH

MUCHLIS HADI NING SYAIFULLAH

timnasqu19.blogspot.com
PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI

Nama Lengkap  : Muchlis Hadi Ning Syaifullah,

Tempat tgl lahir: 26 Oktober 1996, : Mojokerto, Jatim,

Asal klub   : Persekap Pasuruan

AWAN SETHO RAHARJO

AWAN SETHO RAHARJO


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap  : Awan Setho Raharjo,

Tempat, tgl lahir:  20 Maret 1997, :  Semarang, Jateng,

Asal klub: Deportivo Indonesia,

Tinggi badan   : 175 cm

Posisi        :  GK

RULLY DESRIAN

RULLY DESRIAN

PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap : Rully Desrian

Tempat, tgl lahir: 19 Desember 1996, :  Padang, Sumbar,

Asal klub    : PPLP Padang, tinggi badan 172 cm

HANSAMU YAMA PRANATA

HANSAMU YAMA PRANATA


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap  : Hansamu Yama Pranata,

Tempat, tgl lahir:  16 Januari 1995 , Mojokerto, Jatim,

Asal klub     : Deportivo Indonesia,

Tinggi badan 180 cm

PUTU GEDE JUNI ANTARA

PUTU GEDE JUNI ANTARA


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap : Putu Gede Juni Antara,

Tempat tgl lahir: 7 Juni 1995, Gianyar, Bali,

Asal klub: Diklat Ragunan,

Tinggi badan    : 170 cm

MUHAMMAD FATCHU RACHMAN

MUHAMMAD FATCHU RACHMAN

PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap  : Muhammad Fatchu Rochman,

Tempat tgl lahir:  28 Juni 1996,: Jatim,

Asal klub: Persekap Pasuruan

DIMAS SUMANTRI

DIMAS SUMANTRI


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PEMAIN :

Nama Lengkap  : Dimas Sumantri,

Tempat, tgl lahir: 17 November 1995,: Sergai, Sumut,

Asal klub : PSDS Deli Serdang

MAHDI FAHRI AKBAR

MAHDI FAHRI AKBAR



PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap  : Mahdi Fahri Albaar

Tempat, tgl lahir:  27 September 1996,  : Ternate, Maluku Utara,

Asal klub: Deportivo Indonesia ,

Tinggi badan  : 171 cm

Posisi  : Bek

ZULFIANDI

ZULFIANDI



PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap : Zulfiandi,

Tempat, tgl lahir: 17 Juli 1995, Bireuen, Aceh,

Asal klub: PSSB Bireuen

Posisi     : Gelandang

Pemain Favorit : Sergio Busquest (Barcelona)

Zulfiandi jadi salah satu pemain bintang Timnas Indonesia U-19. Namun, siapa sangka Zulfiandi dulunya sempat tidak mampu membeli sepatu sepakbola.

Kuat dalam bertahan, bagus dalam menyerang. Permainan itu ditunjukkan gelandang Timnas U-19, Zulfiandi, ketika mengalahkan Korea Selatan, Sabtu 12 Oktober 2013.

Zulfiandi merupakan salah satu pemain kunci di lini tengah Timnas U-19. Kemampuannya membaca arah bola, duel-duel udara, hingga mengatur irama permainan, memberikan kenyamanan kepada para pemain di lini tengah Indonesia.

Seringkali pemain yang akrab disapa Zul itu mampu mematahkan serangan-serangan lawan. Pemain klub PSSB Bireun Aceh itu pun menjadi tembok kokoh di lini tengah Timnas U-19.

"Tugas saya memang sangat berat. Sebagai gelandang jangkar, sangat sulit tugasnya. Saya harus menjadi pemain pertama yang menghalau serangan lawan dari lini tengah. Tapi, itu semua saya lakukan demi negara," kata Zul kepada VIVAbola.

Zul merupakan salah satu pemain yang selalu diturunkan pelatih Indra Sjafri sebagai starter di semua laga Timnas U-19 di Piala AFF 2013 dan Pra Piala Asia U-19. Tingkat akurasi umpan gelandang 18 tahun itu pun sangat bagus, mencapai 85 persen. Zul selalu mampu memanjakan rekan setimnya, seperti Muhamad Hargianto dan Evan Dimas dalam mengembangkan permainan.

Tidak Mampu Beli Sepatu

Zul kemudian menceritakan awal kariernya. Ia mengaku sempat tidak mampu membeli sepatu sepakbola karena kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Ayahnya, Alfian, hanyalah seorang supir bus lintas Sumatera. Sedangkan ibunya, Supini, merupakan seorang ibu rumah tangga.

"Ekonomi keluarga pas-pasan. Saya sempat kesulitan untuk bisa menjadi pesepakbola. Harus bantu-bantu keluarga. Saya bahkan sempat tidak mampu beli sepatu sepakbola. Ayah saya saat itu kehabisan uang. Sepatu yang saya pakai sudah rusak parah," ujarnya.

"Saya kumpulkan uang jajan. Rela tidak jajan di sekolah demi membeli sepatu. Saat itu uang saya hanya terkumpul Rp100 ribu. Saya diam saja, tapi ternyata ayah saya tahu kalau saya lagi kekurangan uang. Dia menambahkan Rp100 ribu lagi," sambungnya.

Zul mengaku masih menyimpan sepatu sepakbola pertama yang dibelinya dengan susah payah. "Saya simpan, itu adalah sepatu pertama yang saya beli dengan hasil kerja keras," ucap Zul.

Sempat Jadi Striker

Di awal kariernya, Zul pernah menjadi seorang striker. Adalah pelatih pertama Zul di SSB Brata Reuleut Bireun, Rukma Amin, yang mengganti posisi pemain kelahiran 17 Juli 1995 itu menjadi gelandang.

"Dulu saya striker. Tapi, saya takut berbenturan dengan pemain belakang lawan. Bisa cedera nanti, itu yang saya khawatirkan. Saya minta kepada pelatih untuk main di posisi gelandang. Saya lihat gelandang sangat mudah tugasnya. Dan saya menemukan kenyamanan di situ," ungkap Zul.

Keputusan sang pelatih memang sangat jitu. Terbukti, saat ini Zul menjadi bintang di Timnas U-19. Zul pun mengucapkan terima kasih kepada pelatih Rukma Amin.

"Saya tidak akan menjadi seperti ini jika coach Rukma Amin tidak melatih saya. Dia adalah sosok terpenting dalam karier sepakbola saya. Selain coach Rukma, ayah dan ibu saya juga sangat berjasa. Ibu sempat melarang saya menjadi pemain sepakbola, tapi akhirnya dia mengerti," ucap Zul.

sumber : vivabola

DIO PERMANA

DIO PERMANA




PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :
Nama Lengkap  : Dio Permana

Tempat, tgl lahir: 7 Juni 1995, Malang, Jatim,

Asal klub  :   Persema Malang,

Tinggi badan   : 168 cm

Posisi   : Gelandang

Bintang Muda Indonesia, Dio Permana Mengikuti Seleksi di SC Heerenveen, Klub Top Liga Belanda

Awal Karier
Kabar baik bagi seluruh pecinta sepakbola Indonesia. Dio Permana, tak lama lagi akan mengikuti tes seleksi di SC Heerenveen, klub yang kini bermain di kasta sepakbola tertinggi Liga Belanda, yaitu Eredivisie. Tentu Dio Permana tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang tak akan datang dua kali ini.

Rencana tes ini diungkapkan oleh CEO Persema Didied Poernawan Affandy. Menurutnya, sudah sejak lama pemain ini menjadi incaran talent scouting (pemandu bakat) dari luar negeri. Kebetulan sekali, ungkap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ini, Pelatih Persema Slave Radovski punya kenalan dengan talent scouting dari tim yang kini dilatih oleh Marco van Basten itu.
“Saya sendiri masih menunggu kabar dari Slave soal kelanjutan Dio Permana bagaimana,” ungkap Didied. Namun ia mengaku bangga bila salah satu pemainnya bisa merumput di Eropa. Slave sendiri telah melakukan pembicaraan cukup intens dengan pemandu bakat tim yang berdiri pada 20 Juli 1920 ini.

Menurut Didied, memang di kompetisi mendatang Persema  fokus untuk mengorbitkan para pemain muda. Nah, kebetulan Dio Permana termasuk dalam jajaran skuad Persema yang menonjol.
Permainan gelandang kelahiran 7 Juni 1995 ini memang menarik perhatian Slave. Pelatih asal Macedonia ini memang sebelumnya sudah berjanji mengangkat para pemain muda Indonesia, khususnya Persema, untuk bisa bermain di klub Eropa.
Hanya saja, pemandu bakat dari SC Heerenveen ini memberikan beberapa catatan kepada Slave agar Dio Permana memperbaiki beberapa hal sebelum ia bisa bermain di Eropa. Didied mengungkapkan bahwa klub asal Negeri Kincir Angin itu memang sangat serius meminati pemain mudanya.  Bahkan pemandu bakat SC Heerenveen terus memantau dan meminta laporan kepada Slave.

Di musim kompetisi IPL lalu, Dio Permana memang sudah dipasang dalam beberapa pertandingan sebagai pemain utama. Bahkan, pemain bertinggi 168 cm yang masuk duduk di bangku SMA ini beberapa kali disandingkan dengan seniornya, Bima Sakti.
(sumber: situs liga prima indonesia)

MUHAMMAD HARGIANTO

MUHAMMAD HARGIANTO


PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap  : Muhammad Hargianto,

Tempat tgl lahir: 24 Juli 1996,
Asal klub  : Diklat Ragunan, Jakarta
Tinggi badan  : 166 cm

Posisi  : Gelandang

YABES RONI MALAIFANI

YABES RONI MALAIFANI

PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI

Nama Lengkap  :Yabes Roni Malaifani,

Tempat tgl lahir:  6 Februari 1995, :  Alor, Nusa Tenggara Timur

Posisi       : Penyerang

asal klub   : Putra Kenari

ANGGA FEBRIYANTO PUTRA

ANGGA FEBRIYANTO PUTRA


timnasqu.blogspot.com
PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI

Nama Lengkap  : Angga Febriyanto Putra,

Tempat tgl lahir:  4 Februari 1995, asal daerah: Jatim,

Asal klub: Deportivo Indonesia, tinggi badan 177 cm

Minggu, 13 Oktober 2013

RAVI MURDIANTO 1

RAVI MIRDIANTO 1 (GK)

timnasqu19.blogspot.com
PROFIL PEMAIN
Informasi pribadi

Nama Lengkap : Ravi Murdianto

Tanggal lahir : 8 Januari 1995 (umur 18)

Tempat lahir: Surabaya, Indonesia

Tinggi1.83 m (6 ft 0 in)

Posisi bermain: Penjaga Gawang

Karier junior
2011SSB Putra Bersemi Grobogan
2012Diklat Ragunan

Karier senior*
Tahun -Tim-Tampil-(Gol)
2013Perserang Serang

Tim nasional
2012Indonesia U-17
2013Indonesia U-19

* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

Ravi Murdianto adalah penjaga gawang atau kiper Timnas Garuda Muda Indonesia U-19 yang lahir pada tanggal 8 Januari 1995. Peran Ravi Murdianto sebagai kiper memang 'tak tergantikan' sepanjang Piala AFF Youth Championship 2013 digelar. Ketenangan dan kesigapannya di depan gawang membuat para pemain belakang Garuda Muda menaruh kepercayaan penuh pada pundak kiper Perserang tersebut.

Bahkan, pelatih penjaga gawang Indonesia, Jarot Supriadi, menyatakan Ravi Murdianto memiliki sedikit kelebihan dibandingkan kiper pengganti Rully Desrian. Situasi itu membuat Ravi terus menjadi andalan termasuk ketika bermain 1-1 melawan Malaysia pada laga pamungkas penyisihan Grup B di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (18/9/2013) malam. Kehadiran Ravi memberi ketenangan bagi pemain bertahan Indonesia. Kiprah dan prestasi Ravi Murdianto sudah terlihat saat dirinya bergabung di level Timnas U-17.

Ravi sukses mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA tahun 2012. Setahun kemudian, Ravi tetap dipercaya pelatih Indra Sjafri memperkuat timnas U-18. Hasilnya, Ravi Murdianto dan rekan setim kembali mempersembahkan gelar juara pada turnamen serupa pada awal 2013 lalu. Kini, Ravi kembali menghadiahkan Indonesia dengan gelar juara AFF U-19. Kiper Ravi Murdianto dianggap sebagai pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Vietnam lewat drama adu penalti pada final Piala AFF U-19 2013, Minggu 22 September 2013.

Siapakah sebenarnya sosok Ravi? Ravi pantas menjadi Man of the Match pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Ketika pertahanan Timnas U-19 kesulitan menahan serangan Vietnam, dia berhasil mementahkan semua peluang emas tim lawan. Saat drama adu penalti, Ravi berhasil menggagalkan penendang kesembilan Vietnam yang dilakukan Nguyen Phong. Indonesia akhirnya memastikan gelar juara Piala AFF U-19 untuk kali pertama berkat tendangan penalti Ilham Udin Armain. Ravi memulai karier sepakbolanya bersama sekolah sepakbola (SSB) Putra Bersemi Grobogan, dan kemudian pindah ke SSB Tugu Muda Semarang.

Permainan apiknya membuat Ravi mendapat kesempatan masuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau yang dikenal Diklat Salatiga. Usai ditarik untuk bergabung dengan Diklat Ragunan, Ravi kemudian direkrut klub Divisi I Liga Indonesia, Perserang Serang. Kiper yang memiliki tinggi badan 183cm itu kemudian dipercaya pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat Timnas U-17 dan Timnas U-18. Bersama Timnas U-17, Ravi mampu mempersembahkan gelar turnamen HKFA di Hong Kong pada 2012. Pada Februari 2013, Ravi kembali meraih gelar di turnamen yang sama, kali ini bersama Timnas U-18.

Ravi akhirnya berhasil meraih gelar yang lebih bergengsi bersama Timnas U-19. Kiper kelahiran Grobogan itu mempersembahkan gelar Piala AFF U-19. Ini adalah trofi pertama Indonesia sejak Piala AFF U-19 digelar pada 2002.

MUHAMMAD SYAHRUL KURNIAWAN

MUHAMAD SYAHRUL KURNIAWAN

timnasqu19.blogspot.com
PROFIL PEMAIN
INFORMASI PRIBADI :

Nama Lengkap      : Muhamad Syahrul Kurniawan.

Umur : 18 Tahun
Tempat/lahir            : Ngawi, 5 Juni 1995.

Tinggi1.63 m (5 ft 4 in)

Posisi bermain     : Gelandang

Informasi klub
Klub saat iniPersinga Ngawi

Tim nasional
Tahun -Tim-Tampil
2013Indonesia U-19

Mungkin nama Syahrul Kurniawan kalah tenar dengan Evan Dimas atau Maldini Pali atau Rafi Murdianto. Tapi jangan salah, inilah salah satu pemain belakang tangguh timnas U-19 kita yang konsisten bermain ciamik. Syahrul Kurniawan ini juga datang dari keluarga yang sangat sederhana di Ngawi dan keberhasilannya ini adalah perjuangan ekstra keras yang dilakukan Syahrul Kurniawan dan kedua orang tuanya. Simak profil biografi Syahrul Kurniawan, bek tangguh Timnas U-19 juara AFF 2013.

RUMAH

Alamat : Dusun Genggong, RT 01/RW 03, Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Orang tua

Nama Ayah : Nyartomo, 57 Tahun.
Nama Ibu : Pariyem , 51 Tahun.
Alamat : Dusun Genggong, RT 01/RW 03, Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Riwayat Sekolah

TK Al-Qur’an tahun 2001 di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
SDN 1 Jogorogo tahun 2002-2007.
MTsN 1 Jogorogo tahun 2007-2010
SMAN 1 Jogorogo tahun 2010-2013

Timnas Indonesia berhasil juarai Piala AFF U-19 setelah adu tendangan Penalti guna menundukkan Vietnam di partai final, Minggu (22/9/2013) WIB. Sementara pemain belakang, Muhamad Syahrul Kurniawan (18), menjadi salah satu pencetak sejarah persepakbolaan ini ternyata asli warga Ngawi, anak seorang buruh tani.

Nyartomo (57) dan istrinya Pariyem (51) warga Dusun Genggong, RT 01/RW 03, Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, saat ini. Betapa tidak, meski keseharianya hanya sebagai buruh tani yang pas-pasan ini mampu memberikan dorongan semangat putra bungsunya Muhamad Syahrul Kurniawan (18) menjadi pesepak bola nasional yang berlaga di Piala AFF U-19 tahun 2013 dengan nomor punggung 13.

Sesuai penuturan langsung kepada media dirumahnya yang cukup sederhana, Nyartomo menjelaskan secara detail bahwa putra bungsunya dari empat bersaudara tersebut memang bakat menjadi pemain sepak bola sejak duduk di bangku TK Al-Qur’an (Getar) sekitar tahun 2001 di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Saat itu saya di Jakarta Barat sebagai buruh serabutan sedangkan istri saya sebagai tukang cuci, kemudian sewaktu Syahrul (Panggilan akrab dari Muhamad Syarul Kurniawan-red) masih di TK memang dia suka sekali dengan namanya sepak bola,” terang Nyartomo, Minggu (22/09).

Setahun kemudian, karena kondisi sebagai pekerja serabutan di kota besar sepi Nyartomo memutuskan pulang kampung ke Jogorogo-Ngawi, meski demikian tanggung jawabnya sebagai ayah dari empat anak tidak menyurutkan untuk kembali bekerja sebagai buruh tani di kampungnya.

Selanjutnya beber Nyartomo, ketika putra bungsunya tersebut menginjak kelas V di SDN 1 Jogorogo minat akan bola terus berkobar dengan modal nekat dia masukan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jogorogo dibawah asuhan pelatih Surawan. Awal di SSB inilah Syahrul terus mengembangkan bakat yang dimilikinya tidak pelak beberapa prestasi mulai diraih.

Dan lebih memprihatinkan lagi seperti penjelasan Pariyem, tidak jarang sehabis main bola sepatu anaknya ini sering robek. Karena tidak punya uang lebih guna membelikan sepatu bola yang berkwalitas terpaksa sebagai seorang ibu, Pariyem mengaku menyuruh Syahrul untuk menjahitkan ke tukang sepatu yang tidak jauh dari rumahnya.

“Karena hidup saya serba mepet apalagi bapaknya hanya buruh tani, untungnya Syahrul ini sebagai anak serba penurut ketika harus menjahitkan sepatunya yang rusak tanpa harus beli sepatu baru,” kenang Pariyem dengan meneteskan air mata.

Kemudian setiap kali Syahrul main di ajang Piala AFF U-19 saat ini dengan posisi sebagai pemain centerback (pemain belakang-red), terang Nyartomo maupun Pariyem sebagai orang tua tidak punya persiapan khusus dirumahnya.

Hanya saja Amir Suwanto salah satu kakak Syahrul pergi naik bus menuju ke Stadion Delta Sidoarjo guna menonton langsung dimana Piala AFF U-19 sedang digelar.

“Cukup menonton siaran langsung di televisi bersama keluarga dirumah cuma tadi kakaknya melihat langsung ke Sidoarjo untuk menonton langsung finalnya dan sampai hari ini sebagai ibu saya selalu puasa untuk mendoakan Syahrul sukses membela timnya, dan baru berbuka puasa ketika anak saya selesai bertanding,” urai Pariyem.

Sementara Surawan pelatih di SSB Jogorogo menerangkan, Muhamad Syahrul Kurniawan salah satu mantan anak asuhnya yang kini berlaga di Piala AFF U-19, memang bakat menjadi pemain sepak bola sudah terlihat sejak awal masuk di SSB. “Sekitar 2008 lalu Syahrul gabung dengan SSB dan dia ini diantara satu teman-temanya yang paling menonjol dari berbagai segi baik skil maupun fisik,” bebernya.

Dan memasuki bangku SMA tambah Surawan, Syahrul selalu diikutkan ke kompetisi sesuai kelompok umur dengan posisi sebagai kapten tim terutama saat gabung di klub Margolangu FC yakni klub bola setingkat Kecamatan Jogorogo.

Dan yang paling menonjol prestasi Syahrul jelas Surawan saat mengikuti event Britama Cup U-16 di Kabupaten Ngawi tahun 2010.

“Saat bermain di Britama Cup, dirinya sebagai kapten tim dan sudah terlihat mulai dari tingkat kedewasaanya, selain itu Syahrul ini memang anak yang suka berlatih keras dalam bermain bola dengan terlihat diluar jam latihan dia tetap melakukan latihan rutin seperti lari ataupun olah skil lainya,” jelas Surawan.

Dari berbagai kompetisi inilah karir cemerlang mulai menanjak dalam diri Syahrul terutama saat tanding di kompetisi Ngawi FC Divisi 3 tingkat regional. Dan menyangkut lolosnya Syahrul ke timnas, Surawan mengakui memang ada empat pemain yang diseleksi Indra Sjafri pelatih timnas ketika di Ngawi akan tetapi hanya Syahrul sebagai pemain Persinga yang lolos seleksi saat itu.

EVAN DIMAS DARMONO

EVAN DIMAS DARMONO
(CAPTAIN)

timnasqu19.blogspot.com
PROFIL PEMAIN
Informasi pribadi

Nama lengkap : Evan Dimas Darmono

Tanggal lahir : 13 Maret 1995 (umur 18)

Tempat lahir : Surabaya, Indonesia

Tinggi1.72 m (5 ft 8 in)

Posisi bermain : Gelandang

Informasi klub
Klub saat iniPersebaya 1927

Karier junior
SSB Sasana Bhakti
2007-SSB Mitra Surabaya

Karier senior*
Tahun _Tim_Tampil_(Gol)

2013Persebaya 19270(0)

Tim nasional‡
2012Indonesia U-17
2013Indonesia U-199(10)

* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 12 Oktober 2013
Evan Dimas (lahir di Surabaya, 13 Maret 1995; umur 18 tahun) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Indonesia yang bermain pada posisi Gelandang.[1] Saat ini ia bergabung dengan klub Persebaya 1927 tapi karena statusnya masih sebagai pemain amatir, ia belum bisa memperkuat klubnya sebelum PSSI mengubah statusnya menjadi pemain profesional.[2] Evan Dimas juga sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 dengan mengalahkan Vietnam di partai puncak.

Evan Dimas adalah seorang putra Surabaya yang lahir dari pasangan Condro Permono dan Ana. Tahun 2012 lalu, ia terpilih masuk ke dalam skuat sepak bola Jawa Timur yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional XVIII di Pekanbaru.

Di level tim nasional, ia sudah memulai karirnya di tingkat U-17 sekaligus menyandang ban kapten, sebelumnya ia juga telah mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA International Youth Invitation di Hongkong pada tahun 2012. Ia juga merupakan wakil Indonesia dalam ajang pencarian bakat bertajuk ‘The Chance’ dan menjadi satu dari 100 anak yang beruntung bisa dilatih oleh mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola.[3]

KARIER INTERNASIONAL

Pada tahun 2013, dia dipanggil timnas U-19 untuk mengikuti Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013. Evan terpilih menjadi kapten tim menggantikan Gavin Kwan Adsit yang sedang trial di klub CFR Cluj. Di kejuaraan ini Evan menjadi pencetak gol terbanyak untuk Indonesia dengan 5 gol dan menjadikan timnas menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya.

Dua minggu setelahnya, timnas U-19 bertanding di Kualifikasi Kejuaraan U-19 AFC 2014. Di pertandingan penentuan grup melawan Korea Selatan, Evan berhasil mencetak hattrick yang membuat Indonesia lolos untuk ke-16 kalinya.[4]

PENGHARGAAN

Indonesia U-17

Turnamen HKFA: 2012
Indonesia U-19

Turnamen HKFA: 2013
Kejuaraan Remaja U-19 AFF: 2013

PAULO OKTAVIANUS SITANGGANG

PAULO OKTAVIANUS SITANGGANG


timnasqu19.blogspot.com
PROFIL PEMAIN
Informasi pribadi

Nama lengkap: Paulo Oktavianus Sitanggang

Tanggal lahir : 17 Oktober 1995 (umur 17)

Tinggi1.63 m (5 ft 4 in)

Posisi bermain   : Gelandang

Informasi klub

Klub saat ini    :Jember United

Karier junior
Tahun _Tim

2012SSB Kurnia Medan
2013Jember United

Tim nasional
Tahun_Tim_Tampil

2013Indonesia U-19
Sebelum Piala AFF U-19 2013 bergulir mungkin nama Paolo kurang didengar.

Namun, sejalan dengan kemenangan demi kemenangan yang mereka berikan di AFF U-19 2013 dan permainan berkelas yang mereka tunjukkan di lapangan hijau, masyarakat di tanah air mulai melirik satu per satu skuad Garuda Muda asuhan di Indra Sjafri ini.

Satu diantara 20 nama yang memperkuat Garuda Muda adalah Paulo Oktavianus Sitanggang. Pria berdarah batak ini merupakan gelandang yang cukup banyak berkontribusi dalam membawa Indonesia ke final Piala AFF U-19 2013.

Kecintaan Paulo terhadap olahraga si kulit bundar sudah terlihat sejak kecil. Mengetahui memiliki minat yang tinggi, pria kelahiran 17 Oktober 1995 tersebut pun dimasukkan orangtuanya ke sekolah sepak bola di SSB Kurnia Medan. Tidak lama setelah itu, ia memutuskan untuk berlatih di SSB yang dipimpin ayahnya sendiri yakni di Surya Putra Mariendal Medan.

Pada 2011, Paulo mengikuti seleksi All Star Team Challenge yang digelar oleh AC Milan Junior Camp. Hasilnya, ia masuk ke dalam daftar 18 pesepakbola muda yang dibawa ke San Siro, Milan.

Meski dinyatakan lolos, ia gagal ke Negeri Italia karena mengalami cedera jelang dikirim. Tempatnya akhirnya terpaksa diganti oleh Maulid, wakil dari Balikpapan.

Paulo tidak patah arang. Ia terus berlatih. Bahkan untuk menggapai cita-cita menjadi pesepakbola profesional di luar negeri, saat kelas 2 SMA, ia meninggalkan kota asal dan merantau ke Jember, Jawa Timur. Di kota ini, ia bergabung bersama Jember United.

Ketika ada seleksi tim nasional U-19 beberapa bulan lalu, Paulo pun ikut serta. Indra Sjafrie selaku kepala pelatih ternyata memasukkan namanya sebagai salah satu dari 20 pemain yang dibawa ke turnamen AFF U-19 2013.

Menurut Indra Sjafri, Paulo Sitanggang merupakan pemain bertalenta. Namun, ia melihat anak asuhnya itu perlu semakin matang agar bisa bersaing di level lebih tinggi.

"Saya yakin, dia akan menjadi personel timnas Indonesia di masa depan," ucap Sjafri.

Jalan Paulo Oktavianus Sitanggang menuju sebagai pemain sepak bola profesional masih panjang. Tetapi, kita harus percaya dengan ketekunan berlatih dan kerendahan hati ia bisa mewujudkan impiannya itu.